11-Sep-2018

Semarak 1 Muharram, PP. Al Ishlah Bondowoso adakan TALKSHOW INSPIRATIF


Narasumber bersama sebagian Santri Putra


Al-Ishlah Bondowoso – Menyambut Tahun Baru 1140 Hijriah, PP. Al Ishlah Bondowoso mengundang narasumber dari kalangan Alumni yang dinilai memiliki kapasitas  mumpuni dan inspiratif yaitu Ustadz Muhammad Rajab, M.Pd.I yang saat ini beliau sedang menjabat sebagai Direktur Kepesantrenan TAZKIA INTERNASIONAL ISLAMIC BOARDING SCHOOL  Malang.

Acara TALKSHOW INSPIRATIF yang diadakan di Masjid Al Ishlah Putra ini dihadiri oleh seluruh jajaran Asatidz dan Ustadzaat PP. Al Ishlah Bondowoso dan ratusan santriwan dan santriwati.

Pembicara tamu yang pernah mengenyam pendidikan selama 7 tahun di Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso dan menjadi lulusan KMI pada tahun 2006 ini, berkesempatan untuk  memberi kan motivasi kepada seluruh peserta acara tentang ” Nikmatnya Hijrah dalam menuntut ilmu “.

Beliau memaparkan bahwa awal kemajuan islam berawal saat rosul dan para sahabat hijroh dari Makkah menuju Madinah. Hingga peristiwa Hijrah tersebut terpilih sebagai awal mula penetapan nama tahun dalam Islam, yang pada awalnya terdapat empat usulan nama yang akan digunakan untuk nama tahun dalam Islam yang kemudian didiskusikan oleh para sahabat diantaranya :

1. Tahun kelahiran nabi
2. Diangkat nabi/awal mula kenabian
3. Kematian nabi
4. Tahun hijroh

Dan setelah melalui diskusi panjang, akhirnya dipilihlah tahun hijrah sebagai nama tahun dalam Islam, yang kemudian dikenal dengan istilah tahun hijriah.

Selain menjelaskan mengenai sejarah  tahun hijriah, beliau juga mengutip salah satu Hadist dari Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud  Yanng berbunyi,  ” Sesungguhnya Allah akan membangkitkan setiap 100 tahun sekali seorang mujaddid “, diilhami dari hadits tersebut beliau dengan nada berapi-api khas nada seorang motivator menyampaikan harapan kepada seluruh santri untuk bisa menjadi pemimpin di tempatnya masing masing dan mengembalikan peradaban islam yang pernah berjaya pada masanya.

Beliau  juga banyak menjelaskan mengenai keutamaan berhijrah dalam rangka menuntut ilmu, sesuai dengan tema yang diangkat yaitu nikmatnya hijrah dalam menuntut ilmu seperti,

1. Dimudahkan masuk syurga Alloh SWT. Beliau juga memberikan suatu doa yang bisa menghindarkan diri kita dari neraka :
اللهم إنا نسألك رضاك والجنة ونعوذ بك من سختك والنار
“Ya Allah kami meminta Ridlo dan syurgamu dan kami berlindung dari murka dan panas api nerakamu”.

2. Akan diangkat derajatnya disisi Allah.
(.. يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ… )
“….. Allah akan mengangkat derajat orang orang yang beriman diantara kalian dan orang orang yang diberi ilmu beberapa derajat….”
(AL MUJADALAH : 11)

3. Senantiasa di jalan Allah swt.
Nabi bersabda :
من خرج في طلب العلم كان في سبيل الله حتى يرجع.
Barangsiapa yang keluar dalam menuntut ilmu maka dia berada di jalan Allah sampai dia pulang.

4. Akan diliputi dengan berbagai kebaikan.
Orang yang selalu diliputi kebaikan maka itu adalah nikmat yang paling besar.
Maka dengan kegiatan yang padat akan terlatih kekuatan ruhiyah, aqliyah, dan jismiyah.
العقل السليم في جسم السليم
Akal yang sehat ada pada badan yang sehat.

5. Dia akan mendapatkan 4 hal sekaligus.

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَه

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya” (HR. Muslim no. 2699).

Bwliau juga mengutip nasehat Imam Asy Syafi’i, bahwa Ilmu tidak akan indah kecuali dengan 3 perkara :

1. Taqwa kepada Allah, menuntut ilmu hanya dalam rangka melaksanakan perintah Allah, dan menjauhi larangan-larangannya.
2. Menjalankan Sunnah Nabi, sebagai penuntut ilmu, karna ilmu agama harus dipelajari.
3. Diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan semakin takut kepada Allah, Allah berfirman :

إنما يخشى الله من عباده العلماء
“Sesungguhnya orang yang paling takut kepada Alloh dari hamba hambanya adalah orang yang berilmu”.

Sebelum menutup acara sang Moderator yang juga Alumni PP. Al-Ishlah Bondowoso ini, memberikan sesi bertanya bagi para audien yang ingin bertanya, para audien sangat merespon sesi ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan secara bergantian baik dari santri putra maupun putri.

Semoga tahun baru Hijriah ini dapat memberikan semangat bagi kita untuk Hijrah dari kebiasaan yang buruk menuju kebiasaan yang lebih baik. (Rizal Ramli)