14-Sep-2018

Ratusan Alumni Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso Bersatu. Siap Berkontribusi untuk Ummat.



Al-Ishlah Bondowoso – Jum’at (14/09/2018). Suasana berduka masih menyelimuti atmosfir Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso. Setelah acara pemakaman jenazah Abi KH. Muhammad Ma’shum, Abi KH. Thoha Yusuf Zakaria Lc. mengumpulkan ratusan Alumni yang terikat dalam satu ikatan yaitu IKAPI ( Ikatan Alumni Pondok Pesantren Al-Ishlah ). Acara yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna ( GSG) ini cukup menarik, dengan dihadiri beberapa alumni yang sudah berhasil mendirikan Pesantren di berbagai penjuru negeri diantaranya ; Ustadz Zubair, Ustadz Wahid, Ustadz Mustaqim, dan masih banyak lagi yang lain.

Acara ini dibuka dengan sambutan oleh Ustadz Zubair Pengasuh Pesantren Yatim Piatu di Singosari, Malang. Beliau menyampaikan bahwa Al-Ishlah bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tapi Al-Ishlah adalah tempat penggemblengan kader kader da’wah, Al-Ishlah bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu tapi Al-Ishlah adalah tempat yang melahirkan pejuang pejuang islam. Suatu ketika Abi KH. Muhammad Ma’shum memanggil Ustadz Zubair dan menyampaikan suatu visi, bahwa Abi Ma’shum ingin mengadakan MUNAS (Musyawaroh Nasional) sekaligus mendeklarasikan gerakan Al-Ishlah, karena beliau yakin terhadap para alumni yang telah memasuki berbagai lini kehidupan ini, mampu menyiarkan gerakan Al-Ishlah secara Nasional, Abi KH. Muhammad Ma’shum juga menginginkan MUNAS ini bertempat di Jakarta, dengan bertempat di Jakarta, maka MUNAS tersebut mudah dan cepat untuk tersosialisasikan. Setelah deklarasi Gerakan Al-Ishlah di Jakarta, Abi Ma’shum juga mengintruksikan kepada para alumni untuk adakan demo yang ditujukan kepada para pejabat negara agar mereka selalu mengingat akan kematian yang pasti mendatangi mereka. Seusai menyampaikan visi Abi KH. Muhammad Ma’shum mengenai MUNAS, Ustadz Zubair juga menyampaikan pesan khusus Abi Ma’shum sesaat mengunjungi Pesantren beliau, bahwa “kita harus memperbanyak mengingat akan Kematian” , karena dengan mengingat mati kita akan menjadi manusia yang produktif dan dengan mengingat mati, kita akan semangat untuk menyiapkan bekal untuk menghadapi kematian serta dengan mengingat Mati kita akan selalu bersemangat untuk berbuat kebaikan demi kebaikan.

Ustadz Khoirul Huda, sebagai alumni senior turut memberikan sambutan dan motivasi dihadapan ratusan alumni lainnya, agar bersama sama membantu, memperjuangkan dan menggapai cita cita PP. Al-Ishlah Bondowoso, beliau juga mempunyai ide untuk membentuk sebuah tim penulisan semua fatwa, motivasi, nasihat, dan kisah perjuangan KH. Muhammad Ma’shum, agar dapat menjadi bahan motivasi bagi semua orang, Alhamdulillah ide beliau di respon dan disupport sepenuhnya oleh Abi KH. Thoha Yusuf Zakaria L,c dan beliau akan terus merespon dan siap mensupport semua pergerakan Al-Ishlah yang dilakukan oleh para Alumni.

Setelah menyimak sambutan sambutan dari beberapa Alumni, Abi KH. Thoha Yusuf Zakaria L.c, menyampaikan tausyah perjuangan, menariknya beliau memulainya dengan sebuah sya’ir singkat nan indah berbahasa Arab yang artinya sebagai berikut :

Saya adalah manusia yang lemah, dan semua kita mengakui atas kelemahan kita semua, kita tidak mampu merubah masalalu atau mengukir masa depan tanpa kehendak dan pertolongan Alloh SWT, Maka dari itu janganlah kita membunuh diri kita karena menyesal atas apa yang tak mungkin bisa kita ulang. Wahai saudaraku Hidup ini singkat dan tujuannya banyak. Kemudian beliau mengutip sebuah nasihat Abi Ma’shum yang berbunyi “Lihatlah ke awan sana dan janganlah kamu lihat ke tanah, jika kamu diberi kesulitan dan kesempitan dalam langkahmu maka kita harus senantiasa menggantungkan segala sesuatunya kepada Allah SWT. Ingat! Kapal Titanic dibangun oleh ratusan orang dan Hancur, sedangkan Nabi Nuh membangun Kapal seorang diri, tapi dia mampu untuk membawa kecerahan kebasyariahan ( kemanusiaan ), begitu kutipan syair berbahasa Arab ang beliau sampaikan. Beliau juga menasihati kita agar selalu berharap kepada Alloh SWT, dan kita yakin bahwa kita bukanlah penduduk asli planet ini, karena planet ( bumi ) ini bukanlah planet kita yang asli, kita akan kembali sebagaimana Abi KH. Muhammad Ma’shum telah kembali yaitu Al Wathoonul Ashli ( Negri Akhirat) , dan kita semua insya allah akan berkumpul di syurganya Alloh SWT bersama dengan Abi Ma’shum. Maka perlu kita ketahui bahwa Nabi kita Adam as, yang berada di syurga kemudian Alloh turunkan beliau ke bumi, hanyalah untuk menjalani ujian ujian hidup.
Beliau juga menasihati agar lebih banyak berusaha untuk mempersiapkan kematian, seperti Abi KH. Muhammad Ma’shum yang telah mempersiapkan semuanya. Perjuangan kita masih panjang, Abi Ma’shum sudah metakkan asasnya ( pondasinya) tugas kita membangunya dan bangunan itu harus cantik, dan perlu diingat bahwa bangunan ini sudah didesain, Abi Ma’shum berpesan jangan engkau robah robah desain ini karena desain ini sudah pas, maka tugas kita mempercantik dan memajukannya, bukan malah mengubahnya agar Alloh mencintai dan meridhoi.
Maka peran penting anak anak ideologis Abi Ma’shum untuk mengkrontribusikan pikiran, perasan, tenaga, waktu, kesempatan, dan seluruh harta yang dimiliki demi menggapai cita cita Abi KH. Muhammad Ma’shum yaitu Indonesia harus menjadi negara putih atau negara yang bertauhid. Maka para alumni harus selalu bergandengan tangan dan bersatu padu dengan cara bersinergi dengan lembaga dan berjanji disertai ikrar dalam hati untuk membela membantu dan memperjuangkan Al-Ishlah lembaga dan pergerakan, para alumni harus memasuki segala lini kehidupan dan menguasai dunia tetapi jangan sampai dikuasai dunia, beliau juga berharap agar para alumni berperan aktif dalam da’wah dan tarbiyah, dalam pergerakan sosial kemasyarakatan, dan memajukan Al-Ishlah.
Ada 4 kunci sukses dalam da’wah yang selalu beliau sampaikan kepada para asatidzah yaitu 1. Sabar, 2. Ikhlas, 3. Yakin, 4. Optimis.

Menanggapi arahan arahan dari Abi Thoha tersebut Ustadz Nastra selaku Koordinator IKAPI, ingin lebih memaksimalkan pergerakan Al Ishlah oleh para Alumni melalui IKAPI. Beliau juga menyampaikan wacana mengenai MUNAS yang akan di adakan di Jakarta, yang bertemakan “Kado Terindah Untuk Abi KH. Muhammad Ma’shum”.

Semoga Abi KH. Thoha Yusuf Zakaria Lc. selalu diberi kemudahan, umur yang panjang nan barokah oleh Alloh dan dimudahkan segala urusannya. (TimSos.Rizal Ramli)