27-Apr-2017

LOGO dan Maknanya


Pondok Pesantren Al-Ishlah merupakan lembaga pendidikan  yang mempunyai tugas dan kewajiban sama dengan lembaga pendidikan umumnya namun lembaga ini mempunyai nilai plus, dalam hal ini yaitu selain membantu para orang tua untuk mendidik anaknya juga menjalankan kewajiban orangtua (men-take over kewajiban ekonomis orang tua terhadap anaknya bagi yang tdk mampu ) dalam rangka untuk memperbaiki kualitas diri, kualitas ekonomi dan kualitas sosial (KADES) para anak didik generasi penerus bangsa, orang tua dan masyarakat sekitarnya.

Hal itu digambarkan dengan simbol yang terdapat dalam logo Pondok Pesantren Al Ishlah

yang terdiri dari :

  1. Tulisan الإصلاح
  2. Bintang
  3. Padi dan kapas
  4. Warna dasar putih
  5. Kotak segilima (Pentagonal)

PENJELASAN LOGO

1. Tulisan الإصلاح

Tulisan Al-Ishlah dalam huruf arab berarti perbaikan. Yang dimaksud di sini adalah Pondok Pesantren Al-Ishlah sebagai   lembaga pendidikan, lembaga sosial, dakwah dan sekaligus lembaga pergerakan bertujuan utama melakukan perbaikan KADES yaitu Perbaikan Kualitas Diri (yang disimbolkan dengan bintang), kualitas Ekonomi (yang disimbolkan dengan Padi dan Kapas) dan Kualitas Sosial dengan warna dasar putih) yang dalam melakukan kesemuanya itu (perbaikan KaDES) memakai prinsip-prinsip hidup Mukmin Sejati yang disebut  Mabadiul Khamsah atau 5H yang disimbolkan dengan kotak segilima / pentagonal yaitu :

  • Hidup bertujuan mengabdi kepada Allah
  • Hidup meneladani Rasulullah
  • Hidup berpedoman dengan Kitabullah
  • Hidup berjuang dan bekerja keras menegakkan aturan Allah
  • Hidup berakhir harus dalam jalan Allah

2. Bintang

Bintang adalah simbol kualitas Diri. Kenapa Bintang? karena bintang hakikatnya adalah planet yang mempunyai sinar sendiri dan mampu menyinari/ menerangi sekelilingnya seperti matahari dan bertempat jauh tinggi melebihi matahari. Itu sebabnya kenapa orang-orang top bergelar BINTANG, seperti : Bintang Film, Bintang Radio, Bintang Pelajar, Bintang Panggung dan Pangkat untuk orang-orang Top dalam Kepolisian dan Kemiliteran yang disebut jendral juga memakai Bintang. Yang dimaksud disini adalah santri langsung ataupun santri tidak langsung dari Pondok Pesantren Al-Ishlah menjadi berkualitas Bintang (Hight Quality). Yang dimaksud dengan Hight Quality adalah orang yang Sholih di dalam Pikir, Rasa danaTingkahnya (PRTnya).

Sholih Pikir : Pikiran yang cerdas dan sehat yang dipenuhi dengan  Ilmu pengetahuan.

Sholih Rasa : Hati yang baik, hati yang lembut, hati yang merendah, hati yang beriman kuat, berketetapan mantap dan bertekad bulat mengabdikan seluruh hidupnya hanya kepada Allah satusatunya tidak kepada yang lain.

Sholih Tingkah : Bertingkah laku baik sesuai tuntunan Allah dan RasulNya termasuk menjaga penampilan / performance pisik yang simpatik, sehat dan Kuat.

Adapun cara untuk mendapatkan kesholehan PRT (Pikir, Rasa dan Tingkah) perlu belajar yang giat menurut ilmu setiap hari sepanjang hidup tiada henti , bergaul dengan orang-orang pandai cerdik cendekiawan, bergaul dengan orang-orang soleh , bergaul dengan para mujahid, bergaul dengan para pejuang kebenaran, baca Quran setiap hari, berdzikir/berwirid sesuai sunnah Rasul, rajin berolah raga menjaga kesehatan fisik memakai prinsip New Start  yaitu : Nutrition (Makanan Sehat), Exercise (Rajin Berolah raga),Water (Air yang cukup/ 2,5 Liter / hari), Sun Shine (Sinar Matahari Pagi),Temperance (Mengendalikan diri / berpantang dari makanan dan minuman yang  merusak kesehatan)Air (Udara segar) Rest (Istirahat cukup),  dan Trust In God (Beriman kepada Allah).

3. Padi dan Kapas

Padi dan kapas adalah symbol kualitas ekonomi, kenapa padi dan kapas? Karena padi  berarti pangan dan kapas yang berarti sandang sebagai kebutuhan pokok manusia hidup berekonomi. Yang dimaksudkan disini adalah santri langsung ataupun santri tidak langsung dari Pondok Pesantren Al-Ishlah, harus memiliki kualitas ekonomi yang baik, Yaitu mengkolek atau mendapatkan kemampuan ekonomi / harta benda yang banyak dengan kerja keras, dengan cara yang halal serta didistribusikan dengan sebaik-baiknya sesuai aturan Allah dan Rasulnya. Kemampuan ekonomi / volume income minimal harus bisa mencukupi kebutuhan meliputi sepuluh macam kebutuhan  yaitu :

  1. Kebutuhan Pangan
  2. Kebutuhan Sandang
  3. Kebutuhan Papan / tempat tinggal
  4. Kebutuhan pendidikan
  5. Kebutuhan Kesehatan
  6. Kebutuhan Komunikasi / Silaturrahim
  7. Kebutuhan Transportasi
  8. Kebutuhan Donasi / membantu sesama/Infaq
  9. Kebutuhan Rekreasi / naik haji
  10. Kebutuhan biaya mati (kafan dan lain sebagainya, khususnya warisan untuk keluarga yang ditinggalkan)

4. Warna dasar Putih

Warna dasar putih  adalah simbol kualitas sosial/masyarakat. Kenapa warna dasar putih?  Sebab sosial atau masyarakat adalah rumah besar kita semuanya, artinya semua kita ada di tengah-tengah masyarakat.    Maka masyarakat sangat besar pengaruhnya dalam membentuk kepribadian kita baik secara individual maupun secara komunal. Karena itu sosial atau masyarakat yang berasal dari bahasa arab Musyarakah yang bermakna perkongsian atau kerjasama wajib itu didalam kebaikan dan taqwa atau perkongsian yang bersih dan suci (putih). Inilah dasar kehidupan sosial / bermasyarakat yang berkualitas. Ketika Pondok Pesantren Al-Ishlah didirikan pada tahun 1970 kondisi sosial masyarakat di Dadapan Bondowoso khususnya dan Indonesia pada umumnya tidaklah putih. Musyarokah perkongsiannya berdasar kepada kepentingan-kepentingan  bahkan tidak jarang terjadi pembiaran  dan permisif terhadap kesalahan-kesalahan dan penyimpangan-penyimpangan. Adapun yang dimaksud  disini, ( warna dasar putih ) adalah Pondok Pesanren Al-Ishlah sebagai lembaga pendidikan, lembaga sosial dan lembaga pergerakan beserta seluruh santrinya, baik langsung maupun santri tidak langsung wajib,melakukan perbaikan kualitas sosial masyarakatnya agar menjadi masyarakat yang bersih putih ber-ta’awun‘alal birri wat taqwa sebagaimana seharusnya dengan cara amar ma’ruf nahi munkar berdasarkan al-Qur an dan Hadits.

5. Kotak Segilima (Pentagon)

Kotak segilima / pentagonal adalah simbol prinsip hidup Pondok Pesantren al-Ishlah dan orang- orang  al-Ishlah  yang mukmin sejati yaitu :

  1. Hidup Bertujuan Mengabdi kepada Allah
  2. Hidup Meneladani Rasulullah
  3. Hidup Berpedoman Dengan Kitabullah
  4. Hidup Berjuang dan Bekerja Keras menegakkan Aturan Allah
  5. Hidup Berakhir Harus dalam jalan Allah

Adapun yang dimaksud di sini adalah di dalam upaya memperbaiki kualitas diri, kualitas ekonomi dan kualitas sosial masyarakatnya selalu ikhlas lillahi ta’ala, tidak karena mencari puja puji dan popularitas, tidak karena mencari martabat, pangkat dan kedudukan, tidak juga karena  mencari harta kekayaan akan tetapi semua sepak terjang dan gerakan Al-Ishlah / perbaikannya  semata-mata untuk mengabdikan diri hanya kepada Allah ta’ala satu-satunya tidak kepada yang lain, Wahdahu la syariikalah dengan siap mengorbankan apapun yang dimilikinya, nek perlu sak nyawane pisan!