12-Mar-2018

Catatan Bapak Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso (Abi KH. Thoha Yusuf Zakariya, Lc.) dalam Lawatan Da’wah ke Singapura # Part 2



al-ishlah Bondowoso. Alhamdulillah pada kelanjutan hari berikutnya, tetap pada kunjungan kali ini, Bapak wakil Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso Abi KH. Thoha Yusuf Zakariya, Lc. selain melakukan kegiatan da’wah di singapura beliau juga berkesempatan untuk shilaturrahim  dan bertemu kangen dengan para santri beliau, anak anak Al-Ishlah yang ada di Singapura.

Mereka adalah Mbak Suhailah, Mas Aqil Luqman Nurhakim, Mbak Nur Amirah Binte Zubir, Mas Sazali Bin Ali, Mas Jo (Mas Muhammad Johari Bin Abdul Jallal), Mbak Nur Jaliyana Binte Abdul Jallal di kediaman Ketua dan koordinator Perwakilan Al Ishlah Bondowoso untuk Singapura tadi malam (Ahad, 11/3/2018 pukul 21.00 waktu Singapura).

Pelukan erat dan jabat tangan yang kuat menandakan adanya ikatan bathin yang dalam dan tak mungkin terpisahkan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’alaa meridhainya dan mengekalkannya.  Aaamiiin.

Mas Jo, ( panggilan akrab dari Mas Johari Bin Abdul Jallal)  berkali-kali mengatakan ” Al Ishlah is our second home “. dan rencanya mereka akan mudik\pulang kampung  ke Bondowoso In Syaa Allah nanti pada bulan desember 2018 ini.

Dan dalam menyikapi niatan baik mereka itu,. Bapak Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso Abi KH. Thoha Yusuf Zakariya, Lc.  menyampaikan kepada mereka, ”  We say ahlan wa sahlan “ dengan penuh kegembiraan dan rasa bangga.

KARENA IMAN, KAMI BERSAUDARA

Dengan mencintai karena Allah Azza Wa Jall. itulah kuncinya, itulah syarat untuk mendapatkan cahaya kelak di hari Kiamat, itulah persaudaraan dan persahabatan yang hakiki, persahabatan yang diikat bukan dengan uang atau materi atau malah kepentingan duniawi. Persahabatan yang dilandasi dengan buhul ketauhidan, iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’alaa, asas iman inilah yang melahirkan energi yang kuat untuk saling mencintai dan merindui karena-Nya. Meskipun ruang, waktu serta jarak memisahkan dan berjauhan, meskipun berbeda suku bangsa dan negara , tapi inilah cinta, cinta dalam persaudaraan yang dilandasi dengan keimanan yang tak kan lekang oleh zaman dan tersekat oleh batas yang mengikat.

إنما المؤمنون إخوة ,الحجرات: 10
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara…” (Al-Hujurat:10)

Beberapa hari di Singapura untuk melakukan lawatan Da’wah, sangat terasa memang kehangatan cinta dan jalinan kasih yang terangkai karena Allah Subhanahu wa Ta’alaa, rasa penat, letih dan capek lenyap seketika karena cinta.

Bershilaturrahim dari satu masjid ke masjid yang lain, dari satu rumah ke rumah yang lain, bertemu saudara, rekan dan sahabat.

Alhamdulillah, Setelah menghadiri acaranya Pak Majid (salah satu jama’ah Al-Ishlah di Singapura ), perjalanan dilanjutkan dengan bershilaturrahim ke Pak Aziz (Ayahandanya Mbak Aziemah, anak/santri Al-Ishlah yang ada di Singapura dan juga salah satu jama’ah Al-Ishlah di Singapura), kemudian dilanjutkan plesir ke Masjid Omar Kampung Melaka (masjid tertua di Singapura yang di bangun pada tahun 1820), lalu kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama Pak Haji Norrudin (Ketua dan koordinator Perwakilan Al Ishlah Bondowoso di singapura), Ustadz Abdul Jalil Abdul Razak, Ustadz Suhimi, Pak Rashid, perkumpulan Al-Ishlah Singapura serta rekan-rekan dari Nanyang Technological University dll.

Alhamdulillah, barakah cinta karena Allah Subhanahu wa Ta’alaa

Al Ishlah selalu ada di hati,  Al Ishlah membuat setiap orang merinduinya dan tak bosan untuk hadir menyatu dengan nya.

Ya Allah berkahilah ma’had Al Ishlah Bondowoso, berikan barakah setiap orang yang mencintainya dengan sepenuh hati, membantunya dan mendukung nya. Aamiin Ya Robbal ‘Alamin.

Dan diakhir perjalanan, tepatnya sesaat sebelum keberangkatan kepulangannya ke Indonesia pada hari ini (Senin, 12/03/2018) beliau menyempatkan diri untuk menemui beberapa orang yang belum sempat beliau temui sebelumnya yaitu Mas Faiz B, Mbak Ummi dan Mbak Mardiyah (santri/anak Al Ishlah yang ada di Singapura) di terminal 3 Changi airport Singapura.

Beliau juga menyempatkan diri bertemu dengan Manajer Garuda Indonesia untuk Changi Airport Singapura yaitu Bapak Maryono, ternyata tanpa disangka beliau juga masih memiliki garis keturunan dari Ki Ronggo ( tokoh legenda) Bondowoso.

Selain bertemu dengan Manajer Garuda Indonesia untuk Changi airport Singapura, beliau juga bertemu dengan Pimpinan Garuda Indonesia untuk Negara Singapura yaitu Mr. Jamaladdin, dengan penuh ketawadhu’ annya beliau melayani kami dengan sepenuh hati serta tulus ikhlas bahkan sampai mengantarkan kami ke depan pintu pesawat.

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah perjalanan penuh berkah, barakah shilaturrohim dan cinta karena Allah Subhanahu wa Ta’alaa.

Terima kasih Ya Allah, atas limpahan kasih dan sayang yang telah dianugerahkan kepada kami selama lawatan ini. M. Zuhal

Bersama Ketua Perwakilan Al-Ishlah Singapura dan sebagian jama’ah Al-Ishlah yang ada di Singapura.


Bersama Mas Faiz, Mbak Ummi dan Mbak Mardiyah (Anak/santri Al-Ishlah yang berada di Singapura) di Terminal 3 Changi airport Singapura.

Bersama Mbak Suhailah, Mas Aqil Luqman Nurhakim, Mbak Nur Amirah Binte Zubir, Mas Sazali Bin Ali, Mas Jo (Mas Muhammad Johari Bin Abdul Jallal), Mbak Nur Jaliyana Binte Abdul Jallal (Anak/santri Al-Ishlah yang berada di Singapura).

Bersama dengan Manajer Garuda Indonesia untuk Changi Airport Singapura, Bapak Maryono.

Bersama dengan Pimpinan Garuda Indonesia untuk Negara Singapura, Mr. Jamaladdin.